Jump to section
Overview
Konten visual untuk iklan, aplikasi, dan dokumentasi wajib mematuhi hak cipta, merek dagang, serta rilis model/properti. Kelalaian kecil—seperti kredit yang salah atau lisensi yang tidak sesuai—dapat berujung takedown, kerugian impresi, hingga sengketa hukum.
Pahami model lisensi: royalty-free, rights-managed, dan Creative Commons. Setiap lisensi membatasi wilayah, durasi, media, volume tayang, dan eksklusivitas. Bedakan penggunaan editorial (berita/informatif) dan komersial (promosi/iklan), karena izin dan bahasa atribusinya berbeda.
Siapkan rilis model saat wajah dapat dikenali, terutama untuk penggunaan komersial; anak di bawah umur memerlukan persetujuan wali. Rilis properti dibutuhkan untuk interior privat, karya seni berhak cipta, atau lokasi dengan pembatasan. Logo dan merek dagang memerlukan perhatian khusus—hindari implikasi dukungan tanpa izin. Ruang publik tidak otomatis bebas lisensi; hak privasi dan publicity rights tetap berlaku.
Untuk konten AI generatif, tinjau hak atas data input, ketentuan platform, dan batasan gaya. Hindari meniru karya spesifik, menampilkan wajah nyata tanpa izin, atau menghapus watermark/metadata. Simpan bukti ketentuan penggunaan pada saat pembuatan dan distribusi.
Operasionalkan kepatuhan: bangun inventaris aset dengan sumber, nomor lisensi, bukti pembelian, dan tanggal kedaluwarsa. Integrasikan checklist pra-rilis, alur persetujuan hukum, serta pelatihan vendor. Lakukan audit berkala dan siapkan respons saat ada DMCA/takedown, termasuk dokumentasi bukti dan pembaruan SOP. Terapkan kebijakan retensi dokumen yang konsisten.


